Jumat, 24 Februari 2017

Miskonsepsi dalam Pembelajaran Kimia

1.    Pengertian Miskonsepsi
 Miskonsepsi atau salah konsep menunjuk pada suatu konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima para pakar dalam bidang itu. Bentuk miskonsepsi dapat berupa konsep awal, kesalahan, hubungan yang tidak benar antara konsep-konsep, gagasan intuitif atau pandangan yang naif. Khusus untuk peserta didik pemula, miskonsepsi sering juga diistilahkan dengan konsep alternatif.
     Berg (1993) menyebut miskonsepsi sebagai “gagal konsepsi”. Miskonsepsi adalah fenomena dimana seseorang gagal menerapkan teori di lapangan karena pemahaman konsep yang tidak lengkap atau keliru dalam intepretasinya.Referensi lain menyebutkan bahwa miskonsepsi adalah suatu konsep yang dipercaya orang walaupun konsep tersebut salah baik berupa ide atau pemikiran yang salah, ataupun hanya berwujud pendapat yang salah (Wikipedia, 2008).
         Adanya miskonsepsi dalam berbagai bidang ini telah lama disadari dan telah menjadi inti riset-riset empiris sains pembelajaran selama 20 tahun terakhir ini sehingga telah banyak muncul tulisan-tulisan ilmiah mengenainya. Munculnya miskonsepsi yang paling banyak adalah bukan selama proses belajar mengajar melainkan sebelum proses belajar mengajar dimulai, yaitu pada konsep awal yang telah dibawa siswa sebelum ia memasuki proses tersebut atau yang disebut sebagai prakonsepsi (Masril dan Nur Asma, 2002).
     2.  Terjadinya Miskonsepsi
     Secara garis besar miskonsepsi ini dapat dipisahkan menjadi dua, yaitu gagal kondisi dan gagal intuisi. Gagal kondisi adalah kegagalan aplikasi akibat tidak dikuasainya kondisi-kondisi yang melatar belakangi sebuah teori. Sedangkan gagal intuisi adalah kegagalan aplikasi akibat tidak dimilikinya intuisi atau konteks fisis sebagai pengalaman yang terintegrasi dengan teori.Dua jenis kegagalan ini dapat saling mempengaruhi. Gagal kondisi yang berlarut-larut dapat menjadi gagal intuisi yang lebih parah, dan sebaliknya gagal intuisi dapat menyebabkan kecenderungan terjadinya gagal kondisi.
    Masril dan Nur Asma (2002) masih menyebutkan satu penyebab yaitu kurangnya pengetahuan dari siswa atau peserta didik.
   Dalam miskonsepsi dalam Kesetimbangan Kimia harus menggunakan dan memiliki pemahaman tingkat tinggi, dalam kesetimbangan kimia ini guru harus mempunyai kosa kata yang baik dalam menjelaskan materi kesetimbangan kimia. Jika seorang guru kurang paham dalam materi ini siswa juga akan mengalami kebinggungan dan hal ini yang mengakibatkan siswa akan mengalami miskonsepsi dalam materi ini.
Materi ini juga sudah dianggap sulit baik bagi guru dan bagi siswa itu sendiri. Konsep-konsep kimia yang digunakan dalam kesetimbangan kimia sangat bersifat abstrak dan istilah-istilah yang digunakan juga sulit untuk di mengerti, banyaknya istilah membuat siswa mengalami kesulitan dalam menghapal dan memahami konsep yang ada dalam kesetimbangan kimia ini.
Sebaiknya juga siswa diperkuat dalam setiap hitungan mol ataupun konsentrasi suatu larutan dan memahami setiap konsep mol ataupun konsentrasi tersebut dan memahami konsep kesetimbangan dalam kimia sehingga tidak ada kesulitan dalam mennetukan konsentrasi jika mol yang diketahui dan volume diketahui atau dari mol di perintahkan untuk mengubah ke dalam konsentrasi.
Banyaknya siswa yang mengalami kesalahpahaman (misconception) kesetimbangan kimia mengharuskan sebagi pelaku guru untuk meningkatkan pemahaman dan mencari subject (sub pokok) apa-apa saja yang selalu mengalami miskonsepsi. Sehingga siswa tidak lagi mengalami kesalahpahaman (miskonsepsi) atau hanya untuk mengurangi jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi.

CARA MISKONSEPSI?
1. Selektif
2. Spesifik
Minimal 3 sumber yg harus kuat referensinya dan dicari sumber lain yang diyakini kebenarannya.

MICROSCOPIC?
Konsep yang tidak terlihat/ abstrak atau konsep yang dimaknai berbeda secara umum.

CONTOH:
ciri-ciri air yaitu bening dan tidak berbau
pada konsep diatas terjadi miskonsepsi karena tidak semua air bening dan tidak berbau contohnya air sumur berwarna coklat keruh dan ada yang berbau.

menurut anda bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi miskonsepsi pada proses pembelajaran?

BERPIKIR TINGKAT TINGGI DALAM PROSES BELAJAR KIMIA

BERPIKIR TINGKAT TINGGI?
Memanfaatkan yang diterimaà mengemukakan secara logisà dipahami orang lain

KARAKTERISTIK BERPIKIR TINGKAT TINGGI?
1. Memberi respon
2. Pemahaman
3. Harus bisa menghubungkan sesuatu yang jauh  berhubungan

CIRI-CIRI BERPIKIR TINGKAT TINGGI?
1. Menghubungkan konten yang relevan dan yang tidak relevan
2. Mudah dipahami

BERPIKIR TINGKAT RENDAH?
1. Sesuatu yang tidak bisa dihubungkan
2. Tidak mudah dipahami

JENIS KATERGORI BERPIKIR TINGKAT TINGGI?
1. Kreatif
2. Kritis
3. Taksonomi bloom
4. Merakognisis



Apa pendapat anda tentang hubungan peta konsep yang saya buat?

Rabu, 15 Februari 2017

BERFIKIR INOVATIF DAN KREATIF SEBAGAI MAHSISWA PENDIDIKAN KIMIA

INOVATIF???
         Inovatif merupakan penemuan baru memodifikasi dari yang sudah ada, menjadi lebih baik atau suatu penemuan baru dari yang belum ada siebut infersi.
Unsur-unsur inovatif:
1.efisien
2.efektivitas

KREATIF???
        kreatif merupakan daya cipta originalitas/hasil daya cipta karya tersendiri.
Unsur-unsur yang harus ada yaitu
1.Keterampilan
2.Berbeda
3.keunggulan.

BERPIKIR INOVATIF DAN KREATIF???
        Berpikir inovatif dan kreatif adalah menciptakan sesuatu yang baru dengan penuh daya cipta yang diperoleh dari pemikiran dan keterampilan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain yang unik.
       Berpikir kreatif dan inovatif merupakan 2 aspek yang saling berkaitan. Memodifikasi materi menjadi sederhana tetapi jangan salah konsep,Sehingga menjadi lebih menarik. Merancang kegiatan pembelajaran yang unik menjadi berbeda.

BAGAIMANA CARA MENUMBUHKAN INOVASI DAN KREATIF???
1.Mimpi: untuk membuat ide yang unik diawali dengan mimpi
2.Motivasi : dorongan kuat dalam diri untuk berkembang, dengan adanya motivasi dapat mengarahkan perilaku agar menghasilkan hasil yang diharapkan sesuai tujuan.

BAGAIMANA MOTIVASI  TIMBUL???
1. Kebutuhan individu
2.Kebutuhan dasar : makan,minum, papan, pendidikan.
3.Kebutuhan lain : meningkatkan status dari dimasyarakat, ingin lebih dihargai dan dihormati orang lain.

PENCIPTAAN PRODUK???
1.Produk baru
2.Pengembangan dari produk yang sudah ada

POSTUR LAYAR BERKEMBANG:
1.     Tahap Belajar : 17 – 27 tahun
a.     Lingkungan yang kondusif dan mendukung untuk anda untuk berkembang
b.    Tahap pelatihan dan pembinaan
c.      Pendidikan informal atau pelatihan

2.     Tahap Kepemimpinan : 25 – 35 tahun
a.     Dapat mengembangkan kemampuan memimpin
b.     Senang mengatur atau memimpin orang lain

3.     Tahap Risiko : 36 – 45 tahun
a.        Periode bertindak
b.       Mencapai keadaan maksimal dari kemampuan

4.     Tahap Kejayaan : 46 – 55 tahun
a.     Hitung reward dari unjuk karya sejauh ini
b.     Belum bisa memperoleh reward yang dirasa pantas, maka jangan berharap banyak lagi

5.      Tahap Keamanan : > 56 tahun
a.     Mempertajam keputusan
b.     Membayar hutang pada diri sendiri

berpikir inovatif dan kreatif dapat diterapkan untuk proses pembelajaran kimia , dimana guru diharapakan dapat membuat pembelajaran menjadi menarik . pada proses pembelajaran menggunakan sistem PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan).contoh berpikir inovatif dan kreatif yaitu guru membuat media tentang materi kimia sehingga pembelajaran kimia menjadi lebih menarik. Contoh berpikir kreatif dan inovatif pembelajaran kimia:





 dari penjelasan diatas, bagaimana pendapat teman-teman jika pembelajaran menggunakan  aplikasi game kimia?