PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahap-tahap PTK, guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lain, dengan menerapkan berbagai ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. Selain itu sebagai penelitian terapan, disamping guru melaksanakan tugas utamanya mengajar di kelas, tidak perlu harus meninggalkan siswanya. Jadi PTK merupakan suatu penelitian yang mengangkat masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh guru di lapangan. Dengan melaksanakan PTK, guru mempunyai peran ganda : praktisi dan peneliti.
Mengapa Penelitian Tindakan Kelas
Penting ?
1. PTK sangat kondusif untuk membuat guru
menjadi peka tanggap terhadap dinamika pembelajaran di kelasnya.
2.PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga
menjadi profesional.
3.Dengan melaksanakan tahapan-tahapan dalam
PTK, guru mampu memperbaiki proses pembelajaran melalui suatu kajian yang dalam
terhadap apa yang terhadap apa yang terjadi di kelasnya.
4.Pelaksanaan PTK tidak
menggangu tugas pokok seorang guru karena dia tidak perlu meninggalkan
kelasnya.
5.Dengan melaksanakan PTK guru
menjadi kreatif karena selalu dituntut untuk melakukan upaya-upaya inovasi
sebagai implementasi dan adaptasi berbagai teori dan teknik pembelajaran serta
bahan ajar yang dipakainya.
6.Penerapan PTK dalam pendidikan
dan pembelajaran memiliki tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan
kualitas praktek pembelajaran secara berkesinambungan sehingga meningkatan mutu
hasil instruksional; mengembangkan keterampilan guru; meningkatkan relevansi;
meningkatkan efisiensi pengelolaan instruksional serta menumbuhkan budaya meneliti
pada komunitas guru.
Hakikat Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika yang bernama Kurt
Lewin pada tahun 1946. Inti gagasan Lewin inilah yang selanjutnya dikembangkan oleh
ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Dave
Ebbutt, dan sebagainya.
PTK di Indonesia baru dikenal
pada akhir dekade 80-an. Oleh karenanya, sampai dewasa ini keberadaannya
sebagai salah satu jenis penelitian masih sering menjadikan pro dan kontra,
terutama jika dikaitkan dengan bobot keilmiahannya. Menurut Harjodipuro bahwa
PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan,
dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar
kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau utuk mengubahnya. PTK bukan
sekedar mengajar, PTK mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar, dan
menggunakan kesadaran kritis terhadap dirinya sendiri untuk bersiap terhadap proses
perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. PTK mendorong guru untuk berani
bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi
mereka sendiri, dan bertanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara
profesional.
Jenis Penelitian Tindakan Kelas
Ada empat jenis PTK, yaitu: (1)
PTK diasnogtik, (2) PTK partisipan, (3) PTK empiris, dan (4) PTK eksperimental
(Chein, 1990). Untuk lebih jelas, berikut dikemukakan secara singkat mengenai
keempat jenis PTK tersebut.
PTK Diagnostik; yang dimaksud
dengan PTK diagnostik ialah penelitian yang dirancang dengan menuntun peneliti
ke arah suatu tindakan. Dalam hal ini peneliti mendiagnosia dan memasuki
situasi yang terdapat di dalam latar penelitian. Sebagai contohnya ialah
apabila peneliti berupaya menangani perselisihan, pertengkaran, konflik yang
dilakukan antar siswa yang terdapat di suatu sekolah atau kelas.
PTK Partisipan; suatu penelitian
dikatakan sebagai PTK partisipan ialah apabila orang yang akan melaksanakan
penelian harus terlibat langsung dalam proses penelitian sejak awal sampai
dengan hasil penelitian berupa laporan. Dengan demikian, sejak penencanan
panelitian peneliti senantiasa terlibat, selanjutnya peneliti memantau,
mencacat, dan mengumpulkan data, lalu menganalisa data serta berakhir dengan
melaporkan hasil panelitiannya. PTK partisipasi dapat juga dilakukan di sekolah
seperti halnya contoh pada butir a di atas. Hanya saja, di sini peneliti
dituntut keterlibatannya secara langsung dan terus-menerus sejak awal sampai
berakhir penelitian.
PTK Empiris; yang dimaksud dengan
PTK empiris ialah apabila peneliti berupaya melaksanakan sesuatu tindakan atau
aksi dan membukakan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama aksi
berlangsung. Pada prinsipnya proses penelitinya berkenan dengan penyimpanan
catatan dan pengumpulan pengalaman penelti dalam pekerjaan sehari-hari.
PTK Eksperimental; yang
dikategorikan sebagai PTK eksperimental ialah apabila PTK diselenggarakan
dengan berupaya menerapkan berbagai teknik atau strategi secara efektif dan
efisien di dalam suatu kegiatam belajar-mengajar. Di dalam kaitanya dengan
kegitan belajar-mengajar, dimungkinkan terdapat lebih dari satu strategi atau
teknik yang ditetapkan untuk mencapai suatu tujuan instruksional. Dengan
diterapkannya PTK ini diharapkan peneliti dapat menentukan cara mana yang
paling efektif dalam rangka untuk mencapai tujuan pengajaran.
Langkah-Langkah PTK
Melaksanakan PTK, memerlukan
perencanaan dan persiapan yang matang, agar hasil yang diperoleh dari PTK yang
dilaksanakan mencapai hasil yang optimal. Menurut Zainal Aqib dkk, merumuskan
langkah – langkah PTK sebagai berikut :
Tahap 1 : Tahap Perencanaan
Dalam perencanaan PTK, terdapat
tiga dasar, yakni :
Identifikasi masal
Merumuskan masalah
Pemecahan masalah
Tahap 2 : Acting (pelaksanaan)
Tahap 3 : Observation (pengamatan)
Tahap 4 : Refleksi
Tambahan : Siklus – siklus dalam PTK
PERMASALAHAN
Bagaimana cara agar PTK yang
dilakukan pada siang hari mnejadi kondusif karena pada saat kami melakukan
observasi diSMAN9 kota jambi suasana kelas kurang kondusif dan banyak siswa
yang kurang memperhatikan padahal kami sudah menggunakan media dan model yang
menarik?

