Jumat, 31 Maret 2017

INOVASI DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

1. Pengertian Inovasi
Pengertian inovasi menurut kamus besar bahasa indonesia adalah penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya.
2.Ciri inovasi
-Memiliki kekhasan/khusu artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diharapkan.
-Memiliki ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus memiliki karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang memiliki kadar orisinalitas dan kebaruan
-Program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana, dalam arti bahwa suatu inovasi dilakukan melalui suatu proses yang tidak tergesa-gesa, namun kegiatan inovasi dipersiapkan secara matang dengan program yang jelas dan direncanakan terlebih dahulu.
-Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan, program inovasi yang dilakukan harus memiliki arah yang ingin dicapai, termasuk arah dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

            Inovasi pembelajaran sangat diperlukan agar siswa tidak bosan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan serta bakat yang mereka miliki. Dengan kemajuan teknologi sepert saat ini seorang guru juga dituntut kreatif dan dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk menunjang kemajuan pendidikan. Invovasi dalam pendidikan sering dihubungkan dengan pembaharuan yang berasal dari hasil pemikiran kreatif, temuan dan modifikasi yang memuat ide dan metode yang dipergunakan untuk mengatasi suatu permasalahan pendidikan.

            Dalam mengembangkan inovasi dalam pembelajaran dapat dilakukan inovasi bagi guru, siswa dan metode pembelajaran. Pada umumnya guru mengajar sesuai buku teks yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran. Hal ini yang membuat pelajaran menjadi tidak menarik. Banyak siswa yang tertarik dengan pelajaran kimia karena guru menyampaikan materi terlalu akademik sehingga pelajaran kimia dianggap sulit dan membosanka. Hal ini menjadi suatu tantangan bagi guru untuk membuat belajar kimia menjadi menarik dan menyenangkan.

            Belajar kimia akan menarik jika daat membuat siswa meningkatkan rasa ingin tahu mereka sehingga siswa akan terus ingin belajar. Peningkatan rasa ingin tahu dapat meningkat jika siswa dipandu bekerja tidak menghapal. Untuk mencapai hal tersebut guru harus mendorong siswa untuk brpikir dan bertanya secara kritis dalam proses belajar. Fungsi guru sebagai fasilitator harus berfungsi dengan baik. Guru tidak bertindak sebagai pelaku pembelajaran yang dimiliki oleh siswa sehingga pengetahuan yang telah dimiliki oelh siswa akan bertambah dari yang kurang lengkap menjadi lebiih lengkap lagi.dalam melakukan pembelajaran guru juga harus mengaitkan yang didapat oleh sisw tidak mentah dan tidak ada bayangan sama sekali. Jka materi pembelajaran yang disampaikan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sehngga pengetahuan yang diapat bermakna  bagi siswa . kemampuan siswa  bertanya dan berpikir kritis akan tercapai apabia guru membimbing siswa melakukan analisis dan sintesis. Dengan pola pembelajaran inovatif yang dilakukan oleh guru, siswa juga akan mengalami inovasi dalam belajarnya.

Menurut anda, sebagai calon guru cara inovatif apa yang bisa dilakukan agar pembelajaran kimia menjadi lebih menarik dan menyenangkan?

Kamis, 23 Maret 2017

ujian mid semester workshop

soal:



b)
-antara jenis ikatan dan bentuk rantai karbon sangat berkaitan dimana saat ikatan jenuh dan tak jenuh rantainya bisa berbentuk rantai karbon alifatik.
-antara jenis ikatan dan rantai siklik berkaitan karena pada saat rantai siklikseperti benzena merupakan senyawa yang memiliki ikatan rangkap dua (alkena)
-alkuna dan alkena pada saat senyawa alkuna dieliminasi menjadi alkena
-alkena,alkuna, dan alkana mempunyai bentuk yang berbeda berdasarkan posisi cabang dan posisi ikatan rangkap contohnya butana memiliki isomer1 butanal dan 2 metil propana.
-sifat fisika dan sift kimia memiliki hubungan yang sangat erat dimana sifat fisika suatu hidrokarbon ditinjau dari sift kimia
2
a)makroskopik
larutan dua campuran yang saling larut
contohnya :  dapat dilihat pada saat melarutkan suhu dengan air setelah diaduk kedua larutan saling bercampur.
b) mikroskopik
untuk menjelaskan materi yang bersifat mikroskopik dapat digunakan media alat/media untuk memudahkan penjelasannya. Contohnya pada materi struktur atom antara proton dan elektron pada struktur yang bertindak untuk menarik muatan adalah elektron  dengan menggunakan media balon dan kertas. Dimana balon memiliki muatan netral  kemudian balon diusapkan  pada rambut kepala dimana rambut kepala memiliki muatan negatif sehingga muatan negatif ditarik pada balon dan balon bermuatan negatif ketika balon diletakkan diatas kertas yang sudah dikecilkan maka kertas  akan tertarik oleh balon sehingga dapat dijelaskan elektron menarik  muatan atom pada kertas.
c) simbolik
untuk membuat reaksi kimia dapat dengan mudah  digunakan simbolik
AX+ + BY- à AYBX
Na+ + OH- à NaOH
3
a)      Faktor atom penyebab timbulnya hambatan implementasi K-13
-sulitnya mengubah minset guru
Banyaknya guru  yang tidak mau menambah/mengembang ilmu yang mereka punya sehingga sulit untuk diberi pembaruan.
-pembelajaran terlalu berpusat pada sisiwa sehigga peran guru sangat kecil dalam proses pembelajaran.
Pada K-13 siswa dituntut untuk sanagat berperan aktif dalam proses pembelajaran dimana guru hanya sebagai fasilitor. Siswa yang kurang memahamu konsep sering mengalami kesulitan  dalam proses belajar karena siswa mnecari sendiri informasi apa yang akan dipelajari sehingga kemungkinanan terjadinya miskonsepsi pada saat pembelajaran bisa terjadi.
-penilaian autentik
Sulitnya penerapannya karena banyak aspek yang dinilai sehingga sulit untuk menilai peserta didik.

b)

4.
a) manfaat penilaian autentik
1. siswa berperan aktif dalam proses penilaian
Karena pada penilaian autentik yang dinilai bukan hanya aspek kognitif tetapi juga aspek psikomtor dan kognitif sehingga pada saat proses pembelajaran siswa berlomba-lomba untuk aktif pada saat proses pembelajaran.
2. penilaian autentik tugas yang diberikan lebih menarik dan mencerminkan kehidupan sehari-hari
Pada tugas yang diberikan lebih menariksehingga siswa menjadi lebih aktif dan lebi bersemanagat dan membuat tugas dan dapat meningkatkan ide-ide kreatif yang dimiliki sisiwa.
3. orang tua lebih memahami penilaian autentik dari penilaian abstrak , perengkingan dan pengukuran lain tes standar  yaitu sehingga orang tua dapat mengetahui aspek yang dinilai dimana aspek penilaian pada penilain autentik ini sangat terperinci dibanding penilaian pada KTSP sehingga kemungkinann orang tua tidak ada yang memprotes hasil penilaian siswa karena orang tua tidak ada yang memprotes hasil penilaian siswa karena orang tu dapat mengetahui aspek yang dinilai pada siswa.
b) penilaian autentik pada praktikum kimia
1.penilaian terhadap keterampilan menggunakan alat laboratorium: tdak semua siswa siswa mampu menggunakan alat kimia dengan baik dan benar sehingga pada aspek dapat dilihat mana siswa yang mampu menggunakan alat dengan baik dan benar.
2.penilaian terhadap keterampilan komunikasi : pada aspek ini dinilai bagaimana siswa bekerja sama dan berkomunikasi pada saat melarutkan praktikum kimia.
3.keterampilan inferensi : pada saat praktikum dinilai kemampuan siswa dalam menyimpulkan dari hasil praktikum yang dilakukan
4. keterampilan dalam melakukan percobaan : pada aspek penilaian ini dinilai apakah siswa mampu melakukan percobaan dengan baik dan benar.

Sabtu, 18 Maret 2017

Keterampilan Dasar (Basic Skill) dalam laboratorium

 

Dalam sebuah praktikum, praktikum diwajibkan mengenal dan memahami cara kerja serta fungsi dari alat-alat laboratorium. Alat-alat dilaboratorium dapat dibagi berdasarkan jenis bahan pembuatnya atau berdasarkan fungsinya. Berdasarkan bahan pembuatnya, alat-alat laboratorium dapat dibagi menjadi: 1). alat yang berfungsi untuk mengukur volume, contohnya gelas ukur, pipet transfer, pipet ukur, buret, dan labu volumetrik atau labu ukur 2). alat untuk mengukur berat, contohnya timbangan. 3). Alat yang berfungsi sebagai wadah, contohnya botol timbang, porselin dan gelas arloji. 4).alat yang berfungsi sebagai tempat reaksi,contohnya tabung reaksi, gelas piala, labu erlenmeyer, dan labu destillasi. 5). Alat-alat bantu, contohnya botol semprot, corong pisah, penjepit, pinset, sudip, desikator, statis, dan klep. (Subroto,2000:110).
Sebelum melakukan praktikum, hendaknya memeriksa alat-alat yang akan digunakan. Untuk alat-alat dalam penggunaannya memerlukan ketelitian dan kehati-hatian. Untuk memindahkan zat-zat kimia yang berwujud cair kita sering menghadapi suatu kesulitan yang mungkin disebabkan oleh tekanan biasa yang mempengaruhi dalam menentukan volume cairan itu dengan tepat. Maka dari itu dapat digunakan pipet dan buret yang gunanya untuk memindahkan volume cairan. (Arifin,1996:9)
Analisis tidak boleh digunakan dengan alat kaca yang tidak bersih. Alat kaca yang tampaknya bersih belum tentu bersih dari sudut pandang seorang analisis. Permukaan yang tampaknya tidak ada kotoran sering masih tercemari oleh lapisan tipis, tidak tampak yang berminyak. Bila air dituangkan dari dalam suatu wadah yang tercemar, air tidak terbuang secara seragam dari permukaan kaca tetapi menyisakan tetesan yang kecil. Alat kaca yang bisa dimasuki sikat seperti bukker dan erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau detergen sintetik. Pipet, buret, atau labu volumetri mungkin memerlukan larutan detergen panas untuk bisa benar-benar bersih. Jika permukaan kaca itu masih membuang airnya secara seragam, mungkin perlu digunakan larutan pembersih, yang sifat oksidasi kuatnya dapat memastikan kebersihan permukaan kaca keseluruhan. Setelah dibersihkan, alat itu hendaknya dibilas beberapa kali dengan air kran, sedikit air suling dan akhirnya mengering sendiri. (Day dan Underwood,1999:577-578).
Dalam pengukuran harus diperhatikan dua hal yaitu kesalahan pengukuran dengan alat ukur terutama jenis ukur, misalnya mengukur massa zat dalam suatu gram sedangkan timbangan analisis sampai miligram. Jika sejumlah zat ditimbang dengan kedua timbangan maka didalam jumlah angka yang berbeda. Jumlah digit dari pengukuran yang menyangkut masalah kecermatan dan ketelitian. (syukri,1999:4)
 Salah satu teknik dasar laboratorium yang sangat menunjang keberhasilan penelitian dan praktikum dilaboratorium adalah kebersihan meja praktikum serta penataan alat dan zat-zat kimia harus tertata dengan baik. Dengan kerapihan dan penataan meja praktikum beserta alat dan zat-zat kimia akan mengecilkan kemungkinan mencampur adukan sample, salah menambahkan zat kimia, menumpahkan larutan dan memecahkan alat gelas. (walton,1998)
Teknik-teknik dasar yang harus diketahui dan dikuasai diantaranya adalah: mencuci alat-alat gelas, teknik dasar mengukur zat cair atau volume, teknik dasar mengukur massa zat, dan teknik dasar menyimpan. (Brady,1994).
Teknik labarotorium merupakan kiat-kiat mengenai seluk beluk laboratorium. Sebelum melakukan praktikum di dalam laboratorium diperlukan pengenalan mengenai beberapa pengetahuan pokok dan teknik-teknik  laboratorium ini untuk mencegah timbulnya bahaya yang ditimbulkan oleh alat dan bahan dalam laboratorium maupun kesalahan dalam penggunaan peralatan (Tim Kimia Dasar, 2012: 1).
Peralatan dalam laboratorium antara lain:
1. Gelas Kimia (beaker)
Berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 . Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L.
Fungsinya :
a.      untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitianYang  tinggi
b.      menampung zat kimia
c.       memanaskan cairan
d.      media pemanasan cairan
      2. Pipet
Merupakan alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Jenisnya :
a.       Pipet seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat, bagian tengahnya menggelembung.
b.      Pipet berukuran : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat.
c.       Pipet tetes : berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.
3    3. Buret : berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL.
Fungsinya untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi.
4   4. Tabung reaksi : berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran.
Fungsi :
a.       sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia
b.      untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil
5    5.Kaca arloji : terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter.
Fungsi :
a.       sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel
b.      tempat saat menimbang bahan kimia
c.       tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator (berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline).
6   6. Spatula : berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium.
Fungsi :        
a.       untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan
b.      dipakai untuk mengaduk larutan
7    7. Neraca analisis : digunakan untuk menimbang padatan kimia.
Beberapa teknik dasar dalam laboratorium :
1.         1. Cara memanaskan cairan
Harus memperhatikan kemungkinan terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat peningkatan suhu drastis). Cara mencegahnya dengan menambahkan batu didih ke dalam gelas kimia.
a.       Pemanasan cairan dalam tabung reaksi
*      Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik diri sendiri maupun orang lain
*      Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung
*      Posisi tabung ketika memanaskan cairan agak miring, aduk dan sesekali dikocok
*      Pengocokan terus dilakukan sesaat setelah pemanasan.
b.      Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer
Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya digoyangkan perlahan, sesekali diangkat bila mendidih.
            2.    Cara membaca volume pada gelas ukur
Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur.
            3.    Cara menggunakan buret
Sebelum digunakan, buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya :
*      Kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas.
*      Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata.
*      Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran.
*      Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol.
             4.      Cara menggunakan neraca analitis
*      Nolkan terlebih dulu neraca tersebut
*      Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
*      Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
*      Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut
*      Cara menghirup bau zat
Yang perlu diingat jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung! Gunakan tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung (Ruhiyat, 2010).

Permasalahan : bagaimana menurut anda jika guru tidak memahami keterampilan dasar dalam laboratorium ?

Kamis, 16 Maret 2017

KETERLAKSANAAN PRAKTIKUM DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SMP DAN SMA



Laboratorium  merupakan  salah  satu  tempat  penunjang  dalam  proses  belajar yang  sangat  diperlukan  untuk  memberikan  pengalaman  nyata  pada  peserta  didik sebagai    salah    satu    faktor    pendukung    pembelajaran    kimia. Laboratorium merupakan  tempat  dimana  siswa  dapat  melaksanakan  kegiatan  praktikum  yang berperan  penting  dalam  meningkatkan  keterampilan  proses,  baik  keterampilan psikomotorik,    kognitif,    maupun    afektif (Widiyanti    &    Saptorini,    2014).
Laboratorium juga  berperan  dalam dalam  meningkatkan pemahaman  konsep, meningkatkan  kemampuan  psikomotorik  siswa,  serta  kemampuan  menganalisis suatu   permasalahan   dalam   pelajaran   kimia   (Menderes,   2009).   Keberadaan laboratorium kimia di sekolah menengah sudah merupakan suatu keharusan pada pendidikan  sains  modern.  Penggunaan  laboratorium  kimia  dalam  pembelajaran akan memberikan pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agarmampu   menjelajahi   dan   memahami   alam   sekitar   secara   ilmiah   serta   akan memberikan pengalaman untuk dapat mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan,   merancang   dan   merakit   instrumen   percobaan,   mengumpulkan, mengolah,  dan  menafsirkan  data,  menyusun  laporan,  serta  mengkomunikasikan hasil  percobaan  secara  lisan  dan  tertulis.  Oleh  karena  itu, diperlukan  adanya penyediaan  alat  dan  bahan  praktikum  dan  pengelolaan  laboratorium  yang  baik, agar pelaksanaan pembelajaran kimia dapat berjalan secara maksimal. Pengelolaan  laboratorium  secara   efektif  merupakan  salah  satu  prasyarat dalam pembelajarankimia. Efektivitas pengelolaan laboratorium dipengaruhi oleh banyak  faktor,  diantaranya  adalah  ketersediaan  fasilitas  baik  secara  kuantitas maupun  kualitasnya  dan  kompetensi  pengelola  laboratorium.  Efektivitas  standar laboratorium    perlu    diketahui    karena    ketersediaan    sarana    dan    prasarana laboratorium   dari   segi   kuantitas   dan   kualitas   berdampak   pada   keberhasilan pembelajaran kimia (Samiasih, 2013).
Dalam hal ini kesiapan laboratorium kimia sangat  diperlukan  untuk  mendukung  terlaksananya  kegiatan  belajar  mengajar yang optimal.Beberapa permasalahan  yang menyebabkan sulitnya siswa memperoleh hasil belajar  yang  baik  pada  mata  pelajaran  kimia  antara  lain,  ilmu  kimia  banyak memiliki  konsep-konsep  yang  abstrak,  sehingga  kimia  cenderung  tidak  disukai dan sulit dipahami, kurangnya pelaksanaan praktikum kimia khususnya di SMA, ketidaksesuaian  penuntun  praktikum  dengan  kebutuhan  siswa  dan  keberadaan laboratorium   sekolah, kurangnya keberadaan   alat   dan   bahan   praktikum   daboratorium sekolah, kurangnya keterampilan guru dalam mengatasi keterbatasan alat dan bahan, tidak tersedianya petugas laboratorium  yang memiliki kualifikasi pendidikan  laboran,  tidak  adanya  perhatian  pemerintah  terhadap  MGMP  untuk mendorong     melaksanakan pelatihan     pemanfaatan     laboratorium     dalam pembelajaran. Media pembelajaran  juga  memiliki  peran  dalam  memberikan  pengalaman belajar pada siswa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi dasar dari disiplin ilmu  kimia.  Laboratorium  kimia  sebagai  salah  satu  media  pembelajaran  dapat memberikan  pengalaman  belajar  langsung  secara  nyata  kepada  siswa  dengan serangkaian  kegiatan  praktikum  yang  dilakukan,  sehingga  siswa  tidak  hanya membayangkan    suatu    proses    yang    sedang    terjadi    namun    siswa    dapat mengalaminya  secara  nyata  sehingga  materi  yang  disampaikan  dapat  diserap secara  lebih  maksimal.  Berikut  merupakan  gambar  tentang  kerucut  pengalaman belajaryang   dapat   menggambarkan   presentase   kita   dalam   mengingat   pada berbagai proses
 

Berdasarkan bagan kerucut pengalaman belajar tersebut diatas, dapat kita lihat bahwa kita belajar hanya 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita dengar dan lihat, 70% dari apa yang kita katakan dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan. Pada bagan yang paling tinggi yaitu dengan katakan dan lakukan salah satu pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu dengan praktikum. Dengan adanya praktikum pebelajaran kimia akan terasa lebih efektif karena melibatkan audio dan visual serta kita dapat melakukannya

Menurut anda bagaiamana jika pada suatu sekolah tidak tersedia laboratorium apakah pembelajaran kimia tetap maksimal? Dan apakah ada cara untuk mengatasi sekolah yang tidak memiliki laboratorium?