beberapa peserta didik kurang berminat untuk belajar terlebih
ketika dihadapkan dengan mata pelajaran yang mereka anggap sulit atau
sukar.Untuk mengatasi hal tersebut guru bisa mengajak peserta didik untuk
menganggap belajar adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan atau membuat
mereka mengerti betapa pentingnya belajar, bahkan belajar merupakan suatu
kebutuhan. Sebelum kita mengetahui bagaimana cara mengatasinya, ada baiknya
kita mengetahui terlebih dahulu apa faktor penyebab siswa atau anak didik
kurang berminat untuk belajar.
Pertama, faktor
penyebab yang pertama ini berasal dari dalam diri (intern) siswa:
1.Peserta didik yang lapar dan sakit atau kondisi fisiknya
tidak baik tentu tidak akan menerima pelajaran dengan baik pula.
2.Kelelahan, juga mempengaruhi minat belajar siswa di dalam
kelas. Ini bisa saja terjadi karena disebabkan oleh siswa yang terlalu banyak
menghabiskan energinya untuk bermain, sehingga sebagian tenaganya terkuras dan
malas untuk berlajar.
3.Ada masalah, anak yang tengah mengalami masalah seperti sedih
dan bertengkar tentu sulit untuk konsentrasi belajar, karena fokusnya telah
hilang akibat memikirkan apa yang menjadi masalahnya.
Kedua, faktor yang
kedua berasal dari luar diri (ekstern) siswa:
1.Model pembelajaran yang membosankan dan monoton mengakibatkan
anak tidak tertarik untuk belajar.
2.Sikap guru yang tidak memperhatikan siswa dalam belajar atau
sebaliknya terlalu berlebihan memperhatikan.
3.Guru kurang memberikan kesadaran kepada siswa bahwa belajar
merupakan sebuah tanggung jawab dan kesadaran bukan karena mengejar nilai dan
paksaan guru atau orangtua.
penyelesaian yang dapat dilakukan oleh guru, antara lain:
1. Menanamkan Kesadaran
Guru sebaiknya menanamkan bahwa belajar merupakan kesadaran,
kebutuhan dan tanggungjawab bukan karena paksaan dari orangtua atau guru.
Kesadaran ini muncul dari dalam diri setiap anak didik, tetapi kesadaran untuk
belajar mungkin tidak akan terealisasikan jika tidak ada dorongan dari guru.
Belajar merupakan cara paling ampuh
untuk mengembangkan potensi diri, bahkan belajar merupakan suatu kebutuhan
setiap manusia. Maka dari itu, agar anak didik tetap konsisten dalam belajarnya
adakalanya guru perlu menanamkan kesadaran untuk belajar kepada anak didiknya.
Salah satu caranya yaitu dengan memberikan motivasi kepada
anak didik, misal: "Banyak sekali anak-anak di luar sana yang ingin
belajar, ingin mengenal dunia luar, ingin merasakan duduk dan belajar di bangku
sekolah tetapi karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan maka mereka
hanya bisa bekerja membantu orangtuanya. Maka beruntunglah kalian, bisa
bersekolah, bisa belajar bersama dengan teman-teman....." *dan lainnya
masih banyak cara menanamkan rasa kesadaran kepada anak didik untuk belajar agar
luas wawasannya cemerlang masa depannya.
2. Terbuka
Terbuka dengan siswa, walaupun sekedar menanyakan apakah kamu
sedang tidak enak badan atau belum sarapan? Dengan begitu siswa akan merasakan
perlindungan dan perhatian dari seorag guru. Jika dia cenderung gusar, gelisah
dan tidak semangat guru bisa menanyakan permasalahan apa yang sedang dihadapi,
sehingga ia malas untuk belajar. Guru juga bisa memberi masukkan untuk
mengatasi permasalahan tersebut.
3. Memberikan Contoh
Memberikan contoh membudayakan membaca buku. Guru-guru juga
harus membudayakan membaca buku karena hal ini akan lebih mudah diikuti oleh
siswa. Misal dengan pemberian tugas membaca buku-buku ringan yang berkaitan
dengan materi pelajaran di sekolah. Disamping dengan guru memberikan contoh,
siswa pun bertambah ilmu dan wawasannya.
4. Memberikan Pujian
Pemberian pujian dan hadiah lebih baik daripada hukuman,
namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. Memberikan pujian ini bisa
dilakukan guru ketika siswa bisa menjawab pertanyaan atau sewaktu diberikan
tugas mandiri dan dia mendapat nilai bagus.
5. Hindari Cara Kasar
Seorang guru hendaknya menghindari memerintah siswa belajar
dengan memaksa apalagi dengan cara kasar.
6. Berkomunikasi dengan Orangtua Siswa
Berkomunikasi dengan orangtua/wali siswa juga sangat penting,
terlebih ketika siswa tersebut tidak semangat belajar. Dengan berkomunikasi
dengan orangtua siswa, maka guru akan mengetahui apa yang menjadi masalah
siswa. Sehingga bersama dengan orangtua siswa bisa bekerja sama untuk mengatasi
masalah yang tengah di hadapi siswa.
Jika siswa yang kurang fokus terhadap pelajaran disebabkan
karena masalah keluarga. Bagaimana cara kita sebagai calon guru dimana
permasalahan keluarga ini bersifat pribadi sehingga memecahkan fokus siswa
untuk belajar?
guru merupakan orangtua kedua disekolah . sehingga dengan melakukan pendekatan personal yang menyebabkan siswa merasa nyaman untuk mengutarakan pendapat dan pemikiran nya sehingga guru melakukan pendekatan secara perlahan setelah itu memberikan motivasi belajar kepada ssiswa tsb
BalasHapusmenurut saya bisa dengan pendekatan personal. dimana memang disini seorang guru harus bisa melakukan pendekatan personal kepada siswanya
BalasHapusiya saya juga setuju dengan pendapat teman-teman dengan melalukan pendekatan personal atau dengan kita meminta bantuan terhadap guru BK untuk mengetahui permasalahan siswa lebih dalam. engan begitu siswa lebih leluasa bercerita tentang masalah pribadinya.
BalasHapusjadi, sebagai seorang guru kita tidak hanya harus memiliki bakat mengajar tetapi kita juga harus memiliki kemmapuan melakukan pendekatan personal kepada siswa yang kurang berminat mengikuti kegiatan pembelajaran baik itu karena siswa memiliki masalah pribadi maupun siswa yang malas belajar. sebagai seorang guru kita harus benar-benar bisa memahami karakteristik siswa sehingga kita dapat mengetahui keadaan siswa yang memiliki permasalahan pribadi. selain itu juga jika kita tidak bisa menyelesaikan masalah siswa tersebut dapat meminta bantuan kepada guru bk.
BalasHapus