Selasa, 23 Mei 2017

Diagonisis dan Tindakan Klinis Mengatasi Kesulitan Siswa Yang Malas Belajar Kimia

beberapa peserta didik kurang berminat untuk belajar terlebih ketika dihadapkan dengan mata pelajaran yang mereka anggap sulit atau sukar.Untuk mengatasi hal tersebut guru bisa mengajak peserta didik untuk menganggap belajar adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan atau membuat mereka mengerti betapa pentingnya belajar, bahkan belajar merupakan suatu kebutuhan. Sebelum kita mengetahui bagaimana cara mengatasinya, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa faktor penyebab siswa atau anak didik kurang berminat untuk belajar.
Pertama, faktor penyebab yang pertama ini berasal dari dalam diri (intern) siswa:
1.Peserta didik yang lapar dan sakit atau kondisi fisiknya tidak baik tentu tidak akan menerima pelajaran dengan baik pula.
2.Kelelahan, juga mempengaruhi minat belajar siswa di dalam kelas. Ini bisa saja terjadi karena disebabkan oleh siswa yang terlalu banyak menghabiskan energinya untuk bermain, sehingga sebagian tenaganya terkuras dan malas untuk berlajar.
3.Ada masalah, anak yang tengah mengalami masalah seperti sedih dan bertengkar tentu sulit untuk konsentrasi belajar, karena fokusnya telah hilang akibat memikirkan apa yang menjadi masalahnya.
Kedua, faktor yang kedua berasal dari luar diri (ekstern) siswa:
1.Model pembelajaran yang membosankan dan monoton mengakibatkan anak tidak tertarik untuk belajar.
2.Sikap guru yang tidak memperhatikan siswa dalam belajar atau sebaliknya terlalu berlebihan memperhatikan.
3.Guru kurang memberikan kesadaran kepada siswa bahwa belajar merupakan sebuah tanggung jawab dan kesadaran bukan karena mengejar nilai dan paksaan guru atau orangtua.

penyelesaian yang dapat dilakukan oleh guru, antara lain:
1. Menanamkan Kesadaran
Guru sebaiknya menanamkan bahwa belajar merupakan kesadaran, kebutuhan dan tanggungjawab bukan karena paksaan dari orangtua atau guru. Kesadaran ini muncul dari dalam diri setiap anak didik, tetapi kesadaran untuk belajar mungkin tidak akan terealisasikan jika tidak ada dorongan dari guru. Belajar merupakan  cara paling ampuh untuk mengembangkan potensi diri, bahkan belajar merupakan suatu kebutuhan setiap manusia. Maka dari itu, agar anak didik tetap konsisten dalam belajarnya adakalanya guru perlu menanamkan kesadaran untuk belajar kepada anak didiknya.
Salah satu caranya yaitu dengan memberikan motivasi kepada anak didik, misal: "Banyak sekali anak-anak di luar sana yang ingin belajar, ingin mengenal dunia luar, ingin merasakan duduk dan belajar di bangku sekolah tetapi karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan maka mereka hanya bisa bekerja membantu orangtuanya. Maka beruntunglah kalian, bisa bersekolah, bisa belajar bersama dengan teman-teman....." *dan lainnya masih banyak cara menanamkan rasa kesadaran kepada anak didik untuk belajar agar luas wawasannya cemerlang masa depannya.
2. Terbuka
Terbuka dengan siswa, walaupun sekedar menanyakan apakah kamu sedang tidak enak badan atau belum sarapan? Dengan begitu siswa akan merasakan perlindungan dan perhatian dari seorag guru. Jika dia cenderung gusar, gelisah dan tidak semangat guru bisa menanyakan permasalahan apa yang sedang dihadapi, sehingga ia malas untuk belajar. Guru juga bisa memberi masukkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
3. Memberikan Contoh
Memberikan contoh membudayakan membaca buku. Guru-guru juga harus membudayakan membaca buku karena hal ini akan lebih mudah diikuti oleh siswa. Misal dengan pemberian tugas membaca buku-buku ringan yang berkaitan dengan materi pelajaran di sekolah. Disamping dengan guru memberikan contoh, siswa pun bertambah ilmu dan wawasannya.
4. Memberikan Pujian
Pemberian pujian dan hadiah lebih baik daripada hukuman, namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. Memberikan pujian ini bisa dilakukan guru ketika siswa bisa menjawab pertanyaan atau sewaktu diberikan tugas mandiri dan dia mendapat nilai bagus.
5. Hindari Cara Kasar
Seorang guru hendaknya menghindari memerintah siswa belajar dengan memaksa apalagi dengan cara kasar.
6. Berkomunikasi dengan Orangtua Siswa
Berkomunikasi dengan orangtua/wali siswa juga sangat penting, terlebih ketika siswa tersebut tidak semangat belajar. Dengan berkomunikasi dengan orangtua siswa, maka guru akan mengetahui apa yang menjadi masalah siswa. Sehingga bersama dengan orangtua siswa bisa bekerja sama untuk mengatasi masalah yang tengah di hadapi siswa.


Jika siswa yang kurang fokus terhadap pelajaran disebabkan karena masalah keluarga. Bagaimana cara kita sebagai calon guru dimana permasalahan keluarga ini bersifat pribadi sehingga memecahkan fokus siswa untuk belajar?

4 komentar:

  1. guru merupakan orangtua kedua disekolah . sehingga dengan melakukan pendekatan personal yang menyebabkan siswa merasa nyaman untuk mengutarakan pendapat dan pemikiran nya sehingga guru melakukan pendekatan secara perlahan setelah itu memberikan motivasi belajar kepada ssiswa tsb

    BalasHapus
  2. menurut saya bisa dengan pendekatan personal. dimana memang disini seorang guru harus bisa melakukan pendekatan personal kepada siswanya

    BalasHapus
  3. iya saya juga setuju dengan pendapat teman-teman dengan melalukan pendekatan personal atau dengan kita meminta bantuan terhadap guru BK untuk mengetahui permasalahan siswa lebih dalam. engan begitu siswa lebih leluasa bercerita tentang masalah pribadinya.

    BalasHapus
  4. jadi, sebagai seorang guru kita tidak hanya harus memiliki bakat mengajar tetapi kita juga harus memiliki kemmapuan melakukan pendekatan personal kepada siswa yang kurang berminat mengikuti kegiatan pembelajaran baik itu karena siswa memiliki masalah pribadi maupun siswa yang malas belajar. sebagai seorang guru kita harus benar-benar bisa memahami karakteristik siswa sehingga kita dapat mengetahui keadaan siswa yang memiliki permasalahan pribadi. selain itu juga jika kita tidak bisa menyelesaikan masalah siswa tersebut dapat meminta bantuan kepada guru bk.

    BalasHapus