Seorang
guru kimia SMA/MA dipersyaratkan mempunyai kompetensi dalam bidang akademis
yang cukup kompleks. Hal yang harus dimiliki guru kimia dalam kompetensi
profesional, diantaranya adalah: 1) memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan
teori-teori kimia yang meliputi struktur, dinamika, energetika, dan kinetika
serta penerapannya dan 2) kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan
bidang ilmu kimia dan ilmu-ilmu yang terkait (Permendiknas No. 16/2007). Kedua macam
kompetensi ini menuntut penguasaan dan pemahaman konten kimia yang mendalam
bagi guru. Selanjutnya karena apa yang yang siswa pelajari sangat dipengaruhi
oleh cara siswa diajar oleh gurunya (NRC,1996:28) maka cara mengajar guru atau
pengetahuan pedadogis guru tidak bisa dipisahkan dari konten materi yang
diajarkan.
Materi
yang sulit dalam cara mengajarkannya pada umumnya yang bersifat abstrak seperti
struktur atom dan bentuk molekul, kemudian konsep yang banyak mengandung
perhitungan, dan materi hafalan seperti kimia unsure . secara keseluruhan
materi yang dianggap sulit dalam hal mengajarkannya menurut guru dan calon guru adalah stoikiometri,
larutan, struktur atom, kimia unsur dan redoks dan elektrokimia.
Kecenderungan
siswa adalah tidak mampu menghubungkan level abstrak kimia dari struktur atom dan
bentuk molekul (level mikroskopik) dengan level simbolik, serta makroskopik. Siswa
belum mamahami secara menyeluruh. Siswa cenderung memaknai simbol kimia hanya
sebagai simbol kimia. Aspek kuantitatif juga menjadi penyebab kesulitan belajar
kimia karena kurangnya pemahaman secara mendalam akan konsep-konsep kimia dan
keterampilan matemati. Berbagai konsep kuantitatif seperti masa molekul,
konsentrasi molar, volum molar, Ph , dan kesetimbangan kimia menjadi begitu
sulit bagi siswa.aspek-aspek kuantitatif tersebut didasarkan dari konsep mol. Peserta
didik belum memahami konsep mol secara menyeluruh pada level makroskopik,
mikroskopik serta simbolik.
Kesulitan
siswa dalam memahami kimia erat kaitannya dengan multipel level representasi
yang digunakan dalam menggambarkan dan menjelaskan fenomena-fenomena kimia.kesulitan-kesulitan
tersebut menjadikan peserta didik tidak menguasai materi kimia sepenuhnya. Penguasaan
peserta didik terhadap konsep kimia seharusnya dapat ditunjukkan oleh kemampuan
mentransfer dan menghubungkan antara tiga level makroskopik, submikroskopik dan
simbolik.
Menurut teman-teman bagaimana
cara kita sebagai calon guru untuk mengatasi kesulitan membelajarkan kimia pada
siswa?
salah satu cara kita sebagai guru agar pembelajaran kimia itu tidak sulit diterima oleh siswa yaitu dengan memperhatikan cara mengajar kita. cara mengajar kimia ini haruslah seimbang antara pengetahuan pedagogis dengan konten materi yang diajarkan. Konten disini adalah pengetahuan sains yang semestinya dikuasai oleh pengajar, baik itu fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori, sedangkan pedagogi berhubungan dengan cara-cara(metode) yang dapat dilakukan untuk membantu siswa belajar dan memecahkan masalah dalam sains
BalasHapusupaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan pembelajarn adalah dengan menerapkan pembelajaran yang PAIKEM , menggunakan model pembelajaran yang sesuai materi
BalasHapusmenurut saya si dengan meyakinkan siswa bahwa maeteri kimia itu menyenagkan tidak semembosankan dan sesulit mereka bayangkan. pada proses pembelajaran mungkin lebih bisa membawakan materi kimia dengan mengaitkan nya dengan kehiupan sehari-hari.
BalasHapusselain itu kita dapat menerapkan model kuantum dalam pembeljaran kimia ini, sebab dengan model ini kita dapat menumbuhkan minat siswa dengan menciptakan suasana yang aktif dan menyenangkan.
BalasHapussaya setuju dengan pendapat teman-teman cara mengatasi kesulitan belajar kimia dapat diatasi dengan menggunakan model-model pembelajaran yang menarik sehingga pembelajaran kimia menjadi lebih menarik dan dapat digunakan dengan menggunakan aplikasi yang dapat menngkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran kimia.
BalasHapus