Kamis, 16 Maret 2017

KETERLAKSANAAN PRAKTIKUM DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SMP DAN SMA



Laboratorium  merupakan  salah  satu  tempat  penunjang  dalam  proses  belajar yang  sangat  diperlukan  untuk  memberikan  pengalaman  nyata  pada  peserta  didik sebagai    salah    satu    faktor    pendukung    pembelajaran    kimia. Laboratorium merupakan  tempat  dimana  siswa  dapat  melaksanakan  kegiatan  praktikum  yang berperan  penting  dalam  meningkatkan  keterampilan  proses,  baik  keterampilan psikomotorik,    kognitif,    maupun    afektif (Widiyanti    &    Saptorini,    2014).
Laboratorium juga  berperan  dalam dalam  meningkatkan pemahaman  konsep, meningkatkan  kemampuan  psikomotorik  siswa,  serta  kemampuan  menganalisis suatu   permasalahan   dalam   pelajaran   kimia   (Menderes,   2009).   Keberadaan laboratorium kimia di sekolah menengah sudah merupakan suatu keharusan pada pendidikan  sains  modern.  Penggunaan  laboratorium  kimia  dalam  pembelajaran akan memberikan pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agarmampu   menjelajahi   dan   memahami   alam   sekitar   secara   ilmiah   serta   akan memberikan pengalaman untuk dapat mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan,   merancang   dan   merakit   instrumen   percobaan,   mengumpulkan, mengolah,  dan  menafsirkan  data,  menyusun  laporan,  serta  mengkomunikasikan hasil  percobaan  secara  lisan  dan  tertulis.  Oleh  karena  itu, diperlukan  adanya penyediaan  alat  dan  bahan  praktikum  dan  pengelolaan  laboratorium  yang  baik, agar pelaksanaan pembelajaran kimia dapat berjalan secara maksimal. Pengelolaan  laboratorium  secara   efektif  merupakan  salah  satu  prasyarat dalam pembelajarankimia. Efektivitas pengelolaan laboratorium dipengaruhi oleh banyak  faktor,  diantaranya  adalah  ketersediaan  fasilitas  baik  secara  kuantitas maupun  kualitasnya  dan  kompetensi  pengelola  laboratorium.  Efektivitas  standar laboratorium    perlu    diketahui    karena    ketersediaan    sarana    dan    prasarana laboratorium   dari   segi   kuantitas   dan   kualitas   berdampak   pada   keberhasilan pembelajaran kimia (Samiasih, 2013).
Dalam hal ini kesiapan laboratorium kimia sangat  diperlukan  untuk  mendukung  terlaksananya  kegiatan  belajar  mengajar yang optimal.Beberapa permasalahan  yang menyebabkan sulitnya siswa memperoleh hasil belajar  yang  baik  pada  mata  pelajaran  kimia  antara  lain,  ilmu  kimia  banyak memiliki  konsep-konsep  yang  abstrak,  sehingga  kimia  cenderung  tidak  disukai dan sulit dipahami, kurangnya pelaksanaan praktikum kimia khususnya di SMA, ketidaksesuaian  penuntun  praktikum  dengan  kebutuhan  siswa  dan  keberadaan laboratorium   sekolah, kurangnya keberadaan   alat   dan   bahan   praktikum   daboratorium sekolah, kurangnya keterampilan guru dalam mengatasi keterbatasan alat dan bahan, tidak tersedianya petugas laboratorium  yang memiliki kualifikasi pendidikan  laboran,  tidak  adanya  perhatian  pemerintah  terhadap  MGMP  untuk mendorong     melaksanakan pelatihan     pemanfaatan     laboratorium     dalam pembelajaran. Media pembelajaran  juga  memiliki  peran  dalam  memberikan  pengalaman belajar pada siswa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi dasar dari disiplin ilmu  kimia.  Laboratorium  kimia  sebagai  salah  satu  media  pembelajaran  dapat memberikan  pengalaman  belajar  langsung  secara  nyata  kepada  siswa  dengan serangkaian  kegiatan  praktikum  yang  dilakukan,  sehingga  siswa  tidak  hanya membayangkan    suatu    proses    yang    sedang    terjadi    namun    siswa    dapat mengalaminya  secara  nyata  sehingga  materi  yang  disampaikan  dapat  diserap secara  lebih  maksimal.  Berikut  merupakan  gambar  tentang  kerucut  pengalaman belajaryang   dapat   menggambarkan   presentase   kita   dalam   mengingat   pada berbagai proses
 

Berdasarkan bagan kerucut pengalaman belajar tersebut diatas, dapat kita lihat bahwa kita belajar hanya 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita dengar dan lihat, 70% dari apa yang kita katakan dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan. Pada bagan yang paling tinggi yaitu dengan katakan dan lakukan salah satu pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu dengan praktikum. Dengan adanya praktikum pebelajaran kimia akan terasa lebih efektif karena melibatkan audio dan visual serta kita dapat melakukannya

Menurut anda bagaiamana jika pada suatu sekolah tidak tersedia laboratorium apakah pembelajaran kimia tetap maksimal? Dan apakah ada cara untuk mengatasi sekolah yang tidak memiliki laboratorium?

7 komentar:

  1. Menurut saya pembelajaran akan kurang maksimal jika dibandingkan dengan belajar yg dilengkapi dengan laboratorium, karena dengan adanya laboratorium siswa dapat secara langsung mempraktekkan bahkan membuktikan teori yg telah ia dapatkan. Untuk sekolah yg tidak tersedia laboratorium bisa menggunakan media pendukung seperti halnya virtual lab ataupun video

    BalasHapus
  2. menurut saya dapat di aatasi dengan virtual lab sehingga siswa dapat menggambarkan hasil yang terjadi, namun dengan penggunaan virtual lab ini keterampilan siswa dalam melakukan percobaan dan menganalisis kurang terlatih. contoh kecil yaitu dalam penggunaan pipet tetes dan alat lainnya tidak dapat dilakukan siswa sehingga keterampilan siswa tidak di latih.

    BalasHapus
  3. menurut saya sekolah yang tidak memiliki laboratorium bisa mensiasati praktikum dengan menggunakan apa yang ada dilingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari. seperti misalkan pada materi asam basa bisa dilakukan praktikum dengan menggunakan indikator alami seperti kunyit, kembang sepatu, dll. dan untuk materi lain yang tidak bisa dipraktikumkan juga bisa dengan menggunakan demonstrasi, dan virtual lab

    BalasHapus
  4. menurut saya jika pada suatu sekolah tidak tersedia laboratorium pembelajaran kimia tetap maksimal pembelajran kimia tetap dapat dimaksimalkan dengan cara guru lebih kreatif untuk dapat mensiasati kendala kendala yang ada tersebut dapat dengan menggunakan aplikasi media pembelajaran yang sudah ada banyak saat ini

    BalasHapus
  5. setuju dengan jawabang teman-teman karena diera yang canggih ini guru sudah dituntut untuk menggunakan media yang membantu agar tercapainya tujuan pembelajaran. apabila disekolah tidak ada alat atau laboratorium maka bisa digunakan virtual lab atau guru bisa memanfaatkan bahab-bahab dan alat yang ada atau yang gampang didapat. contohnya pada pratikum elektolisis guru bisa menggunakan bahan-bahan yang ada diingkungan yaiu seperti sirup, air gula, air asam dan bahan yang digunakan seperti lampu, termometer, batang katoda atau anoda

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. saya setuju dengan pendapat teman yang sangat membantu, tidak tersedia praktikum bukan menjadi kendala dalam proses pembelajaran karena masih banyak cara untuk pelaksanaan praktikum tanpa harus dilaboratorium. seperti yang dikatakan teman-teman bisa dengan menggunakan aplikasi yang sudah tersedia se[erti virtual lab atau memanfaatkan apa yang ada disekitar lingkungan.

    BalasHapus