Laboratorium merupakan
salah satu tempat
penunjang dalam proses
belajar yang sangat diperlukan
untuk memberikan pengalaman
nyata pada peserta
didik sebagai salah satu
faktor pendukung pembelajaran kimia. Laboratorium merupakan tempat
dimana siswa dapat
melaksanakan kegiatan praktikum
yang berperan penting dalam
meningkatkan keterampilan proses,
baik keterampilan psikomotorik, kognitif,
maupun afektif (Widiyanti &
Saptorini, 2014).
Laboratorium
juga berperan dalam dalam
meningkatkan pemahaman konsep, meningkatkan kemampuan
psikomotorik siswa, serta
kemampuan menganalisis suatu permasalahan dalam
pelajaran kimia (Menderes,
2009). Keberadaan laboratorium
kimia di sekolah menengah sudah merupakan suatu keharusan pada pendidikan sains modern. Penggunaan
laboratorium kimia dalam
pembelajaran akan memberikan pengalaman langsung untuk mengembangkan
kompetensi agarmampu menjelajahi dan
memahami alam sekitar
secara ilmiah serta
akan memberikan pengalaman untuk dapat mengajukan dan menguji hipotesis
melalui percobaan, merancang dan
merakit instrumen percobaan,
mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan
data, menyusun laporan,
serta mengkomunikasikan hasil percobaan
secara lisan dan
tertulis. Oleh karena
itu, diperlukan adanya penyediaan alat
dan bahan praktikum
dan pengelolaan laboratorium
yang baik, agar pelaksanaan
pembelajaran kimia dapat berjalan secara maksimal. Pengelolaan laboratorium
secara efektif merupakan
salah satu prasyarat dalam pembelajarankimia.
Efektivitas pengelolaan laboratorium dipengaruhi oleh banyak faktor,
diantaranya adalah ketersediaan
fasilitas baik secara
kuantitas maupun kualitasnya dan
kompetensi pengelola laboratorium.
Efektivitas standar laboratorium perlu
diketahui karena ketersediaan sarana
dan prasarana laboratorium dari
segi kuantitas dan
kualitas berdampak pada
keberhasilan pembelajaran kimia (Samiasih, 2013).
Dalam
hal ini kesiapan laboratorium kimia sangat
diperlukan untuk mendukung
terlaksananya kegiatan belajar
mengajar yang optimal.Beberapa permasalahan yang menyebabkan sulitnya siswa memperoleh
hasil belajar yang baik
pada mata pelajaran
kimia antara lain,
ilmu kimia banyak memiliki konsep-konsep
yang abstrak, sehingga
kimia cenderung tidak
disukai dan sulit dipahami, kurangnya pelaksanaan praktikum kimia
khususnya di SMA, ketidaksesuaian
penuntun praktikum dengan
kebutuhan siswa dan
keberadaan laboratorium sekolah,
kurangnya keberadaan alat dan
bahan praktikum daboratorium sekolah, kurangnya keterampilan
guru dalam mengatasi keterbatasan alat dan bahan, tidak tersedianya petugas
laboratorium yang memiliki kualifikasi pendidikan laboran,
tidak adanya perhatian
pemerintah terhadap MGMP
untuk mendorong melaksanakan pelatihan pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran. Media pembelajaran juga
memiliki peran dalam
memberikan pengalaman belajar pada
siswa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi dasar dari disiplin ilmu kimia.
Laboratorium kimia sebagai
salah satu media
pembelajaran dapat memberikan pengalaman
belajar langsung secara
nyata kepada siswa
dengan serangkaian kegiatan praktikum
yang dilakukan, sehingga
siswa tidak hanya membayangkan suatu
proses yang sedang
terjadi namun siswa
dapat mengalaminya secara nyata
sehingga materi yang
disampaikan dapat diserap secara lebih
maksimal. Berikut merupakan
gambar tentang kerucut
pengalaman belajaryang
dapat menggambarkan presentase
kita dalam mengingat
pada berbagai proses
Berdasarkan bagan kerucut pengalaman
belajar tersebut diatas, dapat kita lihat bahwa kita belajar hanya 10% dari apa
yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat,
50% dari apa yang kita dengar dan lihat, 70% dari apa yang kita katakan dan 90%
dari apa yang kita katakan dan lakukan. Pada bagan yang paling tinggi yaitu
dengan katakan dan lakukan salah satu pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu
dengan praktikum. Dengan adanya praktikum pebelajaran kimia akan terasa lebih
efektif karena melibatkan audio dan visual serta kita dapat melakukannya
Menurut anda bagaiamana jika
pada suatu sekolah tidak tersedia laboratorium apakah pembelajaran kimia tetap
maksimal? Dan apakah ada cara untuk mengatasi sekolah yang tidak memiliki
laboratorium?
Menurut saya pembelajaran akan kurang maksimal jika dibandingkan dengan belajar yg dilengkapi dengan laboratorium, karena dengan adanya laboratorium siswa dapat secara langsung mempraktekkan bahkan membuktikan teori yg telah ia dapatkan. Untuk sekolah yg tidak tersedia laboratorium bisa menggunakan media pendukung seperti halnya virtual lab ataupun video
BalasHapusmenurut saya dapat di aatasi dengan virtual lab sehingga siswa dapat menggambarkan hasil yang terjadi, namun dengan penggunaan virtual lab ini keterampilan siswa dalam melakukan percobaan dan menganalisis kurang terlatih. contoh kecil yaitu dalam penggunaan pipet tetes dan alat lainnya tidak dapat dilakukan siswa sehingga keterampilan siswa tidak di latih.
BalasHapusmenurut saya sekolah yang tidak memiliki laboratorium bisa mensiasati praktikum dengan menggunakan apa yang ada dilingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari. seperti misalkan pada materi asam basa bisa dilakukan praktikum dengan menggunakan indikator alami seperti kunyit, kembang sepatu, dll. dan untuk materi lain yang tidak bisa dipraktikumkan juga bisa dengan menggunakan demonstrasi, dan virtual lab
BalasHapusmenurut saya jika pada suatu sekolah tidak tersedia laboratorium pembelajaran kimia tetap maksimal pembelajran kimia tetap dapat dimaksimalkan dengan cara guru lebih kreatif untuk dapat mensiasati kendala kendala yang ada tersebut dapat dengan menggunakan aplikasi media pembelajaran yang sudah ada banyak saat ini
BalasHapussetuju dengan jawabang teman-teman karena diera yang canggih ini guru sudah dituntut untuk menggunakan media yang membantu agar tercapainya tujuan pembelajaran. apabila disekolah tidak ada alat atau laboratorium maka bisa digunakan virtual lab atau guru bisa memanfaatkan bahab-bahab dan alat yang ada atau yang gampang didapat. contohnya pada pratikum elektolisis guru bisa menggunakan bahan-bahan yang ada diingkungan yaiu seperti sirup, air gula, air asam dan bahan yang digunakan seperti lampu, termometer, batang katoda atau anoda
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussaya setuju dengan pendapat teman yang sangat membantu, tidak tersedia praktikum bukan menjadi kendala dalam proses pembelajaran karena masih banyak cara untuk pelaksanaan praktikum tanpa harus dilaboratorium. seperti yang dikatakan teman-teman bisa dengan menggunakan aplikasi yang sudah tersedia se[erti virtual lab atau memanfaatkan apa yang ada disekitar lingkungan.
BalasHapus